Ads

Rupiah Meningkat Signifikan Sebesar 2,08 Persen di Kuartal III 2024

Rupiah yang Meningkat Signifikan Sebesar 2,08 Persen di Kuartal III 2024

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa langkah-langkah tersebut berkontribusi pada penguatan fundamental ekonomi Indonesia, yang ditandai oleh pertumbuhan positif dan inflasi yang terkendali. Hal ini menciptakan kepercayaan tinggi di kalangan investor asing untuk berinvestasi secara berkelanjutan di dalam negeri.

Sri Mulyani juga membandingkan kinerja rupiah dengan mata uang regional lainnya. “Rupiah menunjukkan penguatan yang lebih baik dibandingkan dengan beberapa mata uang lain, seperti Korean Won yang menguat 2,02 persen, Peso Filipina yang naik 0,17 persen, dan Indian Rupee yang menguat 0,1 persen,” ujarnya.

Namun, Sri Mulyani mengingatkan bahwa tantangan masih ada, terutama menjelang kuartal IV, di mana nilai tukar rupiah kembali mengalami fluktuasi. Per 15 Oktober, rupiah tercatat melemah sebesar 2,82 persen. Pelemahan ini dipicu oleh ketidakpastian global akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang memicu spekulasi mengenai kenaikan harga minyak.

Meski demikian, ia optimis bahwa depresiasi nilai tukar rupiah sebesar 1,17 persen year to date masih lebih baik dibandingkan dengan beberapa mata uang regional lainnya, termasuk Peso Filipina, Dolar Taiwan, dan Korean Won. “Dengan imbal hasil yang menarik, inflasi yang cenderung rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi yang baik, kami yakin nilai tukar rupiah akan terus menguat di masa mendatang,” ungkapnya. (DM1)

Tinggalkan Balasan

Ads
Tutup
Ads