Harga Beras Naik 2024 Signifikan : Tidak Urungkan Niat Pembeli Masyarakat Kabupaten Cirebon

Harga Beras Naik 2024 Signifikan

Harga Beras Naik 2024 Signifikan

Harga beras naik 2024 di Kabupaten Cirebon, (divipromedia.com) Salah satu dari sembilan bahan pokok (Sembako) yakni beras mengalami kenaikan harga signifikan, hal tersebut tidak mengurangi peminat pembeli untuk berbelanja kebutuhan tersebut bahkan diburu oleh masyarakat diwilayah Kabupaten Cirebon.

Pantau divipromedia.com diwilayah Arjawinangun Kabupaten Cirebon, Senin, (19/2/24), harga beras naik 2024 di kabupaten Cirebon sejak awal bulan Februari tahun ini. Pada bulan Januari 2024, harga pasaran beras jenis medium Rp. 13.000/Kg dan beras jenis premium Rp. 14.000/Kg. Kemudian, pada awal bulan Februari hingga pertengahan bulan Februari ini, harga beras merangkak signifikan mencapai Rp. 16.500/Kg jenis beras madium dan Rp. 17.000/Kg jenis beras premium.

Pedagang Sembako, Yuyun (35) Desa Jungjang Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon saat dikonfirmasi terkait harga beras merangkak naik mengatakan, membenarkan dengan Kenaika harga beras tersebut, “memang naik dari awal bulan sampai pertengahan Februari tahun ini. Dari jenis beras medium harga awal dijual Rp. 13.000/Kg, sekarang dijual Rp. 16.500/Kg, maka kenaikan mencapai Rp.3.000-3.500/Kg untuk jenis medium dan untuk jenis beras jenis premium harga awal Rp. 14.000/Kg, sekarang dijual Rp. 17.000/Kg, ada kenaikan harga mencapai Rp. 3.000/kg”, tuturnya.

Ditanya respon pembeli dengan kenaikan harga beras yang naik seperti apa, “Awalnya kaget dengan adanya kenaikan harga beras sangat tinggi, bahkan respon macam-macam dan sampai tidak jadi beli, kerena kenaikan mencapai Rp. 3.000/3.500/kg baik jenis beras medium dan premium. Setelah dua hari mengalami kenaikan harga beras para pelanggan baru menyadari bahwa harga beras naik”, ujarnya.

Selama, 4 tahun jualan sembako di tahun 2024 ini. Harga beras mengalami naik sangat tinggi. para pedagang berharap harga beras cepat turun dan stabil, karena bagi masyarakat ekonomi kebawah atau tidak mampu, sangat merasakan dengan adanya kenaikan beras sangat tinggi”, bebernya. (DM1)

Tinggalkan Balasan