Curah Hujan Tinggi, Ribuan Unit Rumah di Kabupaten Cirebon Terdampak Banjir

Ribuan Unit Rumah di Kabupaten Cirebon

Divipromedia.com, KABUPATEN CIREBON
Intensitas curah hujan yang tinggi menyebabkan beberapa wilayah di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, terendam banjir akibat sungai yang meluap.

Informasi dihimpun dari BPBD Jawa Barat, banjir di Kabupaten Cirebon ini terjadi pada Sabtu (6/7/2024) pukul 16.51 WIB. Hingga Minggu (7/7/2024), banjir diketahui masih menggenang di sejumlah kecamatan.

Saat dikonfirmasi Pranata Humas Ahli Muda BPBD Provinsi Jawa Barat Hadi Rahmat mengatakan, banjir terjadi di 7 desa yang tersebar di 3 kecamatan di Kabupaten Cirebon.

Wilayah Banjir di Kabupaten Cirebon :

  1. Kecamatan Arjawinangun ;
  • Desa Arjawinangun
  1. Kecamatan Gegesik ;
  • Desa Bayalangu Lor
  • Desa Bayalangu Kidul
  • Desa Jagapura Kulon,
  • Desa Jagapura Kidul, Desa Jagapura Lor
  1. Kecamatan Susukan ;
  • Desa Bunder.

Dampak banjir di beberapa wilayah Kabupaten Cirebon Total rumah yang terdampak banjir mencapai 3.969 unit, 3 tempat ibadah, 1 sarana dan 1 unit area persawahan, beber Hadi.

Untuk rincian daerah terdampak banjir “Desa Arjawinangun 268 unit rumah, 3 tempat ibadah, 1 sarana pendidikan terendam.

Desa Bayalangu Lor 1 sawah, Desa Bayalangu Kidul 180 rumah, Desa Jagapura Kulon 2.250 rumah, Desa Jagapura Kidul 525 rumah, Desa Jagapura Lor 636 rumah, Desa Bunder 110 rumah,” katanya.

Selain rumah yang terendam, banjir juga dirasakan dampaknya oleh ribuan kepala keluarga (KK) dengan jumlah jiwa mencapai 16.310 jiwa.

  • Desa Arjawinangun 328 KK 960 jiwa,
  • Desa Bayalangu Kidul 253 KK 759 jiwa,
  • Desa Jagapura Kulon 2.818 KK 8.454 jiwa,
  • Desa Jagapura Kidul 670 KK 2.010 jiwa,
  • Desa Jagapura Lor 1.259 KK 3.777 jiwa,
  • Desa Bunder 115 KK 350 jiwa,” ujarnya.

Menurut Hadi, banjir ini dipicu hujan deras. “Dipicu curah hujan dengan intensitas tinggi dan durasi yang lama baik di wilayah Cirebon maupun di wilayah Majalengka,” ucapnya.

Tingginya curah hujan mengakibatkan sejumlah sungai meluap. Setidaknya ada lima sungai yang meluap dan mengakibatkan banjir tersebut. Hal itu diperparah oleh buruknya drainase. tuturnya.

“Serta meluapnya sungai Wangan Ayam, Pembuang Posong, Sungai Winong, Sungai Jonggol, Sungai Sriganala dan kiriman (air) dari Arjawinangun dan buruknya drainase serta saluran irigasi yang mengalami sedimentasi,” ujarnya.

Saat ini menurut Hadi, BPBD Jawa Barat terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Cirebon untuk melakukan penanganan dan asesmen korban banjir. Dia menuturkan, air belum surut dengan ketinggian 20-40 sentimeter, punkasnya. (DM1)

Tinggalkan Balasan