Upaya Bupati Cirebon Membuahkan Hasil, Harga Beras Berangsur Turun Disusul Harga Komoditas Lain Mengikuti

Harga Beras Berangsur Turun
Harga Beras Berangsur Turun

Upaya Bupati Cirebon Membuahkan Hasil,
Harga Beras Berangsur Turun Disusul Harga Komoditas Lain Mengikuti

divipromedia.com, CIREBON – Harga beras di Kabupaten Cirebon akhirnya mengalami penurunan setelah mengalami kenaikan pada akhir pekan sebelumnya. Meskipun penurunan tersebut tidak signifikan, hal ini memberikan sedikit kelonggaran bagi masyarakat dalam pengeluaran mereka untuk pembelian beras.

Masyarakat Kabupaten Cirebon, yang sebelumnya merasakan tekanan ekonomi akibat kenaikan harga beras, kini dapat sedikit bernafas lega dengan adanya penurunan harga tersebut. Hal ini diharapkan dapat membantu mengurangi beban ekonomi sehari-hari, terutama bagi keluarga dengan pendapatan terbatas.

Saat dikonfirmasi, melalui telpon seluler, Minggu (3/3/24). Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin), H. Dadang Raiman melalui Kabid Perdagangan dan Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Disperdagin) Kabupaten Cirebon, Sidik Wibowo terkait Penurunan harga beras dipasaran dan kebutuhan pokok lainya mengatakan, harga beras premium dan medium mengalami penurunan tidak signifikan sekitar Rp500/Kg. meskipun selisih penurunannya relatif kecil namun hal itu menunjukkan kalau harga beras di pasaran sekarang mulai stabil dan sesuai dengan daya beli masyarakat, tuturnya.

Berdasarkan data, diketahui dari hasil pemantauan di Pasaran Kabupaten Cirebon, yang menunjukkan harga beras medium sudah di kisaran Rp13.500 per kg dan jenis premium Rp16.000 per kg.

Dan harga sembako komoditas lainya pekan lalu naik dipasaran seperti ;

  • Telor Ayam Ras Rp. 33 ribu/Kg,
  • Telor Ayam Kampung Rp. 76 ribu/Kg,
  • Daging ayam ras Rp. Rp. 39 ribu/Kg,
  • Daging sapi Rp. 145 ribu/Kg,
  • Cabai merah besar Rp. 100 ribu/Kg,
  • Cabai rawit merah Rp. 100 ribu/Kg,
  • Cabai keriting Rp. 95 ribu/Kg,
  • Bawang merah Rp. 30 ribu/Kg,
  • Bawang putih Rp. 40 ribu/Kg,
  • Tepung terigu Rp. 13 ribu/kg,
  • Minyak Goreng Curah Rp. 17 ribu/liter,
  • Minyak Goreng Sederhana Rp. 20 ribu/liter,
  • Minyak Goreng Kemasan Rp. 24 ribu/liter.
  • Susu kental manis Rp. 13 ribu/370 gram
  • Gula pasir Rp. 17,5 ribu/Kg
  • Gula merah Rp. 18 ribu/Kg

Pertanggal 1 Maret 2024, harga komoditas berangsur turun yakni ;

  • Telor Ayam Ras Rp. 30 ribu/Kg,
  • Telor Ayam Kampung Rp. 72 ribu/Kg,
  • Daging ayam ras Rp. Rp. 35 ribu/Kg,
  • Daging sapi Rp. 135 ribu/Kg,
  • Cabai merah besar Rp. 83 ribu/Kg,
  • Cabai rawit merah Rp. 73 ribu/Kg,
  • Cabai keriting Rp. 77 ribu/Kg,
  • Bawang merah Rp. 23 ribu/Kg,
  • Bawang putih Rp. 35 ribu/Kg,
  • Tepung terigu Rp. 12 ribu/kg,
  • Minyak Goreng Curah Rp. 15,5 ribu/liter,
  • Minyak Goreng Sederhana Rp. 18 ribu/liter,
  • Minyak Goreng Kemasan Rp. 20 ribu/liter,
  • Susu kental manis Rp. 12 ribu/370 gram,
  • Gula pasir Rp. 17 ribu/Kg,
  • Gula merah Rp. 17 ribu/Kg.

Dia mengatakan, salah satu Faktor harga beras turun dipasaran wilayah Kabupaten Cirebon, pasokan beras dari daerah Demak Jawa Tengah mulai masuk dan kita juga mengupayakan menekan harga beras dengan melakukan gencar oprasi pasar ditiap-tiap desa wilayah Kabupaten Cirebon.

Kemudian, harga komoditas lainnya awalnya naik kini berangsur turun. Kenaikan harga komoditas sayuran naik dikarenakan perubahan cuaca, kini alhamdulillah sudah normal, ungkapnya.

Lanjutnya, bahwa stok beras di Wilayah Kabupaten Cirebon, khususnya menjelang bulan Ramadhan, dapat dipastikan aman. Baik jenis premium maupun medium, ketersediaan beras terpantau dalam kondisi yang memadai. “Kami mendapatka intruksi dari Bupati Cirebon, H. imron untuk Koordinasi dengan Bulog Cirebon turut membuahkan hasil positif, dimana pihak Bulog telah menyediakan stok beras sebanyak 20 ton, dengan jenis beras SPHP medium”, ungkapannya.

Langkah konkret juga diambil dengan melakukan pengecekan langsung oleh pihak kami, Bulog Cirebon terhadap stok beras. Hasilnya, stok beras dinyatakan aman hingga Lebaran Idul Fitri 2024. Stok sebanyak 20 ton tersebut memberikan keyakinan bahwa pasokan beras di wilayah ini mencukupi kebutuhan masyarakat wilayah Kabupaten Cirebon, tuturnya.

Menurut Sidik, dalam menghadapi informasi mengenai stok beras, masyarakat Kabupaten Cirebon dihimbau untuk tidak tergoda oleh berita hoaks yang menyebutkan bahwa stok beras akan langka di pasaran. Disarankan untuk tidak melakukan panic buying, yaitu berbelanja secara berlebihan akibat rasa panik.

Pentingnya berbelanja dengan bijak disoroti, mengingat setiap bulan membutuhkan beras dalam jumlah tertentu. Ketidakbijakan dalam berbelanja, seperti membeli beras dengan jumlah yang jauh melebihi kebutuhan bulanan, dapat menjadi faktor penyebab kelangkaan beras di pasaran. Untuk itu, diimbau agar masyarakat tetap tenang dan bijak dalam memenuhi kebutuhan beras mereka, memastikan bahwa stok beras tetap terjaga hingga menjelang Lebaran Idul Fitri 2024, punkasnya. (DM1)

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *