Perumda Tirta Jati, Buka Jalur Khusus Industri di Tahun 2024

Jalur Khusus Industri
Perumda Tirta Jati, Buka Jalur Khusus Industri di Tahun 2024

Perumda Tirta Jati, Buka Jalur Khusus Industri di Tahun 2024

Perumda Tirta Jati, Buka Jalur Khusus Industri di Tahun 2024. Kabupaten Cirebon, (divimedia.com)- Mayoritas pelayanan Perusahaan Milik Daerah (Perumda) Tirta Jati atau PDAM Kabupaten Cirebon, disalurkan untuk kebutuhan rumah tangga. Persentasenya sampai tembus diangka 97 persen.

” Perumda Tirta Jati per 31 Desember jumlahnya 42 ribu. Dengan persentase 97 persen pelayan untuk rumah tangga. Sisanya untuk pelayanan sosial, dan instansi pemerintah,” ungkap Dirut Perumda Tirta Jati, Dr H Suharyadi SE MH, Selasa (16/1).

Itu semua, kata Suharyadi tersebar di wilayah pelayanan Cabang Timur, Barat, Selatan dan Utara. Ditahun ini, Perumda Tirta Jati belum menambah cabang baru. “Sehingga kita mengoptimalkan capasitas yang ada,” katanya.

Ditahun 2024 ini, Perumda Tirta Jati telah menargetkan pengembangan pelayanan. Yakni untuk pelayanan wilayah industri di Cirebon Timur.

“Kita sudah bekerjasama dengan salah satu badan usaha yang akan memasang jaringan perpipaan untuk memenuhi industri di wilayah timur,” katanya.

“Kita sudah ada permintaan dari PT Avian, Porkpan, Superblok Mild. Dan beberapa industri lain disana,” lanjutnya.

Untuk memenuhi kebutuhan pelayanan akan ditarik dari Water Treatmen Plant (WTP) Tawangsari dan WTP Waled. Ia menyebut, sudah cukup lama sebetulnya permohonan dari pihak perusahaan.

“Industri sudah beberapa kali melakukan permohonan, baru kali ini kita akan penuhi,” katanya.

Adapun untuk perusahaan, yang telah mengajukan setidaknya ada 18 perusahaan. Setiap pengajuan selalu dilakukan kajian. “Kami meyakini disamping bisa melayani kita juga bisa meningkatkan pelayanan dan pendapatan. Tapi dengan kondisi sekarang pelayanan belum bisa maksimal. Paling bisa dibawah 10 yang baru bisa terlayani,” katanya.

Memang, sudah ada beberapa perusahaan yang telah menjadi pelanggan. Sebut saja seperti pabrik sepatu PT Taekwang, dan beberapa industri garmen.

Adapun untuk perusahaan, yang telah mengajukan setidaknya ada 18 perusahaan. Setiap pengajuan selalu dilakukan kajian. “Kami meyakini disamping bisa melayani kita juga bisa meningkatkan pelayanan dan pendapatan. Tapi dengan kondisi sekarang paling nanti bisa dibawah 10 yang baru bisa terlayani,” katanya.

Selain itu, untuk meningkatkan pelayanan masyarakat di wilayah Kapetakan dan Gegesik, pihaknya pun akan melakukan kajian untuk WTP Kapetakan.

“Akan kami tingkatkan dari 50 liter per detik menjadi 100 liter per detik. Kapetakan ini juga akan kami kembangkan ke Gegesik. Disana kebutuhannya semakin banyak,” katanya.*DM1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *