Pertamina Patra Niaga Tanggapi Rencana Kenaikan Harga BBM per 1 Juni 2024

Pertamina Patra Niaga Tanggapi Rencana Kenaikan Harga BBM

Pertamina Patra Niaga Tanggapi Rencana Kenaikan Harga BBM

Divipromedia.com, JAKARTAPertamina Patra Niaga Tanggapi Rencana Kenaikan Harga BBM per 1 Juni 2024, Belakangan ini, isu mengenai rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 Juni 2024 menjadi topik hangat di berbagai media. Menanggapi hal ini, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting, memberikan penjelasan terkait perkembangan terkini.

Menurut Irto Ginting, hingga saat ini Pertamina Patra Niaga masih dalam tahap pengkajian harga BBM. Hasil dari kajian ini akan menjadi dasar untuk memutuskan apakah harga BBM akan dinaikkan atau tetap dipertahankan.”Saat ini kami masih melakukan review,” ujar Irto, Jakarta, jum’at, (31/5).

Menurutnya, setidaknya ada tiga aspek yang dipertimbangkan dalam menentukan arah harga BBM, untuk naik atau tidak. Tiga aspek itu adalah harga minyak mentah dunia, Mean of Plats Singapore atau MOPS, serta nilai tukar mata uang.

Per hari ini, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada pada kisaran US$ 79,08 per barel. Harga ini turun bila dibandingkan dengan harga kemarin yang ditutup sebesar US$ 79,32 per barel.

Sementara itu, MOPS merupakan harga transaksi jual beli pada bursa minyak di Singapura. MOPS adalah bagian biaya perolehan atas penyediaan BBM jenis bensin dan solar dari produksi kilang dalam negeri dan/atau impor, sampai terminal BBM.

Merujuk laman Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, penghitungan konversi MOPS satuan dolar AS per barel menjadi rupiah per liter menggunakan rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dengan kurs tengah Bank Indonesia periode tanggal 25 pada 2 bulan sebelumnya sampai dengan tanggal 24, satu bulan sebelumnya untuk penetapan bulan berjalan. Adapun satu barel sama dengan 159 liter.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa pemerintah akan menghitung dan mempertimbangkan kemampuan fiskal negara sebelum memutuskan apakah akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada bulan Juni.

“Semua keputusan akan didasarkan pada kemampuan fiskal negara. Kita harus memastikan apakah kita mampu atau tidak, kuat atau tidak,” ujar Jokowi di Istora Senayan, Jakarta, pada Senin, 27 Mei 2024.

Pada tahun ini, pemerintah telah menetapkan target subsidi energi sebesar Rp 186,9 triliun. Rincian anggaran tersebut mencakup Rp 113,3 triliun untuk subsidi BBM dan LPG, serta Rp 73,6 triliun untuk subsidi listrik. (DM1)