Pemerintah Desa Banjarwangunan Temukan 25 Nama Serupa dengan Buronan Pembunuh Vina

Pemerintah Desa Banjarwangunan Temukan 25 Nama Serupa dengan Buronan Pembunuh Vina

Pemerintah Desa Banjarwangunan Temukan 25 Nama Serupa dengan Buronan Pembunuh Vina

Divipromedia.com, CIREBON Pemerintah Desa Banjarwangunan di Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, menemukan sekitar 25 nama yang sama dengan buronan pembunuh Vina. Temuan ini disampaikan oleh Kepala Desa Banjarwangunan, Sulaeman, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya pada Sabtu (18/5) siang.

Menurut Sulaeman, hingga Sabtu pagi tercatat sekitar 24-25 nama yang serupa dengan nama buronan. Dari hasil pengecekan, terdapat sekitar 15 orang dengan nama Andi dan sekitar 9-10 orang dengan nama Dani. Namun, tidak ada satu pun yang memiliki nama Pegi alias Perong.

“Pegi itu tidak ada sama sekali. Andi ada sekitar 15 orang, dan Dani ada sekitar 9 atau 10 orang. Kami sudah melakukan pengecekan dan tidak ada yang cocok dengan buronan yang dimaksud,” ujar Sulaeman.

Merespons hal tersebut, Kepala Desa Banjarwangun Sulaeman mengaku, warganya tidak ada yang mengenali identitas mereka.

Di sisi lain, ia mencurigai ketiga DPO sengaja mencatut alamat Desa Banjarwangun, padahal sama sekali tidak pernah tinggal di sana.

Dari dulu saya mendengar ada pembunuhan 2016, enggak ada yang dengar mencari DPO dari Desa Banjarwangun. Pas ini tiba-tiba 2024, delapan tahun kemudian ada DPO Banjarwangunan, ya kaget juga,” kata Sulaeman

“Kehawatirannya tertuju ke situ (pencatutan), kekhawatiran dari kami. Karena mereka seakan “bilang saja Desa Banjarwangunan”, salah satunya itu,” tambahnya.

Dikatakan Sulaeman, seharusnya pihak berwajib bisa menelusuri keberadaan DPO melalui delapan pelaku (terpidana) lainnya, mengenai identitas ketiga DPO.

“Delapan sudah divonis, otomatis itu ada saksi itu kan bisa dipertanyakan apakah banyak warga Banjarwangun atau tidak. Sekarang kan belum keluar juga tuh, itu kan bisa dikoreksi dari situ juga penulusuran dari tiga orang ini bisa dipertanyakan ke delapan orang itu,” ucapnya.

Meski demikian, Sulaeman pihaknya terus berupaya menyebar informasi kepada warganya terkait keberadaan ketiga DPO tersebut, tetai masih sedikit kesulitan.

Pasalnya, Polres Jabar tidak merilis secara detail seperti apa ciri-ciri pelaku melalui foto maupun sketsa wajah.

Pihaknya pun terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk segara mencari tahu keberadaan ketiga DPO.

“Sudah ada perwakilan dari Polres Kota Cirebon dan Polsek Mundu sudah konfirmasi ke saya langsung dengan mengidentifikasi nama-nama sesuai rilisan Polda Jabar. Namun, sementara belum ada tersangkanya,” tutupnya.

Sebelumnya, Direktorat Tindak Pidana Umum (Ditpidum) Bareskrim Polri juga telah mengirimkan tim untuk membantu Polda Jawa Barat dalam menangkap tiga tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus pembunuhan ini.

“Kami turunkan tim untuk mendukung Polda Jabar,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, saat dikonfirmasi pada Kamis (16/5/2024).

Diketahui, Vina yang saat itu duduk di bangku kelas 2 SMK, dibunuh oleh 11 orang anggota geng motor di Jalan Raya Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada 2016 lalu. Vina ditemukan tewas bersama pacarnya Eki di trotoar jalan.

Awalnya, kasus tersebut dilaporkan sebagai kecelakaan tunggal, tetapi setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, ternyata Vina dan kekasihnya merupakan korban pembunuhan. (DM1)