Kuniler dan Karya Tangan Singkawang Kalimantan Barat, Kota Toleransi di Indonesia

Kuniler dan Karya Tangan Singkawang
Kuniler dan Karya Tangan Singkawang Kalimantan Barat, Mampu Dorong Ekonomi kreatif

Kuniler dan Karya Tangan Singkawang Kalimantan Barat, Mampu Dorong Ekonomi kreatif

Kuniler dan Karya Tangan Singkawang (divipromedia.com) Singkawang mendapatkan beberapa julukan diantaranya sebagai Kota Amoy, Kota Seribu Kelenteng , dan Kota Toleransi di Indonesia. Menurut data tahun 2014 dari Kementerian Agama, terdapat sekitar 704 kelenteng di Singkawang Kalimantan Barat.

Kota toleransi ini, mayoritas penduduk merupakan orang keturunan Tionghoa, Dayak dan Melayu yang beragama Buddha, Khonghucu, Islam, Katolik, Protestan, Tao dan Hindu. Kota Singkawang pun dinobatkan kembali sebagai Kota Paling Toleran di Indonesia Tahun 2018 oleh Setara Institute, hal ini karena kehidupan harmonis masyarakatnya yang majemuk.

Bukan hanya, dijuluki sebagai kota toleransi di Indonesia, bahkan telah berhasil menciptakan identitas unik melalui kerajinan tangan dan kekayaan kuliner. Sehingga kami dukung pelaku ekonomi kreatif untuk menggali potensi secara maksimal melalui program Kabupaten/Kota (KaTa) Kreatif. Tutut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, Minggu, (25/2/24).

Menparekraf Sandiaga mengatakan Singkawang memiliki potensi ekraf yang sangat kaya seperti di subsektor kuliner dan kriya (karya kerajinan tangan) . Sehingga, hal ini perlu didorong melalui uji petik untuk menentukan subsektor yang menjadi unggulan di Singkawang.

“Saya melihat kreativitas pelaku ekonomi kreatif Singkawang ini luar biasa dan kami telah menindaklanjuti dengan penyiapan proses uji petik Kota Singkawang menjadi kota kreatif. Harapannya nanti akan terpilih subsektor yang akan menjadi lokomotif (ekraf),” kata Sandiaga.

Dengan keikutsertaan Singkawang dalam uji petik kota kreatif ini, lanjut Sandiaga, diharapkan dapat membentuk ekosistem ekraf yang kuat di Singkawang. Sehingga, ekraf di Singkawang bisa menjadi magnet untuk mendatangkan wisatawan nusantara dan mancanegara.

Terlebih, Singkawang memiliki event tahunan Festival Cap Go Meh yang menembus peringkat 10 besar dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2024. “Para pelaku ekonomi kreatif inilah tulang punggung kita untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dalam pelaksanaan acara tersebut terlihat dihadiri, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Hariyanto; dan Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf, Oneng Setya Harini.

Direktur Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenparekraf/Baparekraf, Dwi Marhen Yono; Direktur Komunikasi Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf, Yohanes De Brito Titus Haridjati; Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Kalbar, Windy Prihastari; Pj. Wali Kota Singkawang, Sumastro dan konten kreator asal Singkawang, Bobon Santoso. (DM1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *