ODGJ, Menjadi Perhatian Kemsos

ODGJ
Caption : Hasil asesmen menunjukkan bahwa sejumlah ODGJ belum memilik Nomor Induk Kependudukan (NIK)

Kementerian Sosial Tanggap Kasus ODGJ

Divipromedia.com, NTT – Dilaporkan Kasus Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Tercatat ratusan penduduk Kabupaten Sumba, dalam penanganan tersebut Kementerian Sosial kerahkan tim dan tenaga medis untuk melakukan asesmen biopsikosoial di Kabupaten Sumba Timur Nusa Tenggara Timur sebagai wujud dukungan dan pendamping Orang dengan Ganguan Jiwa (ODGJ) didaerah tersebut.

Dalam kegiatan tersebut Kemensos juga memberikan bantuan pemenuhan hidup layak. Asesmen kebutuhan juga dilakukan untuk mengetahui kebutuhan penerima manfaat (PM) seperti dukungan aksesibilitas dan pemberdayaan.

“Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bisa sembuh dan berdaya jika ditangani dengan baik. Selain itu juga butuh waktu dan berproses secara medis. Untuk itu, tindakan medis dan dukungan sosial harus berjalan berdampingan”, tutur Menteri Sosial Tri Rismaharini, minggu, (5/5/24).

“Ternyata memang jumlahnya cukup besar karena itu kami coba tangani. Saya mengajak dr. Dickson dan dr. Albert dari Jakarta untuk membantu penanganan ini,” katanya saat memberikan keterangan di hadapan media di Puskesmas Katanang, Sumba Timur, katanya.

Sementara itu, dr Dickson mengatakan ia bersama tim Kementerian Sosial telah menerima data sebanyak 419 ODGJ di Kabupaten Sumba Timur dan setengahnya telah diasesmen. “Sejak hari Minggu 27 April sampai dengan hari ini telah terkonfirmasi dan diasesmen sebanyak 248 ODGJ,” ujarnya saat memberikan laporan kepada Mensos.

Hasil asesmen menunjukkan bahwa sejumlah ODGJ belum memilik Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan telah difasilitasi perekaman biometrik saat kegiatan dialog Mensos bersama Masyarakat di Puskesmas Katangan. Selain itu, tim juga menemukan 4 ODGJ dalam keadaan dipasung, katanya.

Kami berdasarkan Kemensos sudah mengupayakan pengkondisian bebas pasung seperti melakukan pembersihan diri dengan memotong kuku dan rambut, memandikan, memakaikan baju yang layak, sambil memberikan edukasi kepada keluarga. Ungkapnya.

Upaya pembebasan pasung ini bertujuan untuk meningkatkan harkat kemanusiaan karena sebagian besar ODGJ bisa sembuh kesehatannya jika ditangani dengan baik. Pembebasan pasung tidak mudah dilakukan karena jumlah ODGJ di Kabupaten Sumba Timur cukup banyak dan tersebar di area yang sangat luas, bebernya.

Luas Kabupaten Sumba Timur adalah 7.000 km2 atau lebih dari 10 kali luas daratan DKI Jakarta yang tercatat 661,5 km2, sedangkan jumlah penduduk Sumba Timur tercatat 262.653 jiwa. Adapun tim Kemensos akan terus berada di Sumba Timur hingga asesmen kepada 419 ODGJ selesai, punkasnya. (DM1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *