Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon,Monitoring dan Serap Aspirasi dan inventarisasi standar sarana dan prasarana Sekolah Di wilayah Kerjanya

Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon
Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon

Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon,Monitoring dan Serap Aspirasi dan inventarisasi standar sarana dan prasarana Sekolah Di wilayah Kerjanya

Kabupaten Cirebon, (divipromedia.com) – Dinas pendidikan Kabupaten Cirebon around the school (keliling sekolah) dalam rangka mengecek kondisi sarana dan prasarana di wilayah kerjanya. Tercatat jumlah sekolah menjadi inventarisasi Dinas Pendidikan mencapai ribuan sekolah terdiri dari TK Negeri, TK Swasta, PAUD, SD Negeri dan SMP Negeri.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, H. Ronianto saat dikonfirmasi di greged lokasi monitoring sarana dan prasarana, Kamis, (31/1/24) mengatakan, “disdik melaksanakan kegiatan ini, dalam rangka mengecek dan monitoring ke sekolah-sekolah yang rusak di wilayah kabupaten Cirebon bagian timur yakni di Kecamatan Greged dan sekitarnya kemudian sekaligus menyerap aspirasi pihak sekolah, katanya”.

Menurutnya, ini kegiatan rutin yang dilakukan oleh pihak Disdik, dengan tujuan mengecek secara langsung kondisi sekolah baik di tingkat TK, PAUD, SD dan SMP dan hasilnya dari pengecekan tersebut nanti menjadi catatan apa saja yang dibutuhkan di sekolah tersbut. ” Artinya dari segi penilaian fisik bangunan dan sarpras, tuturnya”

Terkait, penilaian fisik bangunan tiga katagori rehabilitasi ringan, sedang dan berat dan sarpras juga sama. Nanti, mana yang menjadi skala prioritas yang benar-benar membutuhkan saran dan prasarana tersebut ujarnya.

Patut diketahui bahwa, Inventarisasi Sekolah yang tercatat pada Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon yakni 20 TK Negeri, 312 TK Swasta, 500 Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), 780 SD Negeri dan 80 SMP Negeri, kurang lebihnya seribu lebih, itu menjadi tanggungjawab Disdik. terkait sarpras, perbaikan atau rehabilitasi dan pembangunan baru. Bebernya.

Dengan ribuan unit sekolah di kabupaten Cirebon, tidak menyurutkan kita (disdik.red) untuk terus mengupayakan agar sekolah mendapatkan anggaran rehabilitasi maupun unit bangunan baru tidak tembang pilih atau sama rata. “kalau banguna fisik sekolah bagus atau baik membuat daya tarik tersendiri bagi orang tua untuk anaknya bersekolah disekolah tersebut, jelasnya”.DM1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *