Bupati Cirebon Menjadi Aktor Film Ajian Kemat Jaran Guyang

Bupati Cirebon Menjadi Aktor Film
Bupati Cirebon Menjadi Aktor Film Ajian Kemat Jaran Guyang

Bupati Cirebon Menjadi Aktor Film Ajian Kemat Jaran Guyang

Kabupaten Cirebon, (divimedia.com)- Bupati Cirebon, H. Imron orang nomor satu di kabupaten Cirebon mengikut rangkaian syuting dan menjadi salah satu aktor film Ajian Kemat Jaran Guyang yang digarap oleh production house (PH) Prokompim kabupaten Cirebon.

Saat dikonfirmasi, Bupati Cirebon H. Imron usai syuting mengatakan, film Ajian Kemat Jaran Guyang mengandung filosofi budaya asal Cirebon yang sangat kental. “Saya pribadi, sangat mengapresiasi terkait produksi film ini, karena cerita legenda Cirebon dituangkan dan dikemas menjadi cerita film yang akan ditayangkan dilayar lebar, katanya”.

Dengan adanya film ini, akan tayang di layar lebar mengenalkan teritorial wilayah kabupaten Cirebon banyak tempat wisata dan mengenalkan Senin budaya Cirebon ke luar daerah bahkan tingkat nasional, ungkapnya.

diera globalisasi tentunya para generasi muda jangan sampai budaya luar menguasai budaya lokal kita. “Maka, kita harus bisa melestarikan seni dan budaya. Jangan merasa malu, kita harus merasa bangga memiliki seni dan budaya yang melimpah”. Kemudian, memahami dan mencintai seni dan budaya kita, pungkasnya.

Seraya dikatakan Faizal Amir produser Film saat diminta komentar disela-sela kesibukannya di lokasi syuting Desa Sindang Kecamatan Dukupuntang Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat, (Selasa, 16/1/24).

“Bukan perdana film Ajian Kemat Jaran Guyang yang diproduksi oleh pihak Production House (PH) Prokompim Kabupaten Cirebon, tetapi ini film kedua. Yang sebelumnya, telah mengarap Film Siska The Movie telah sukses tembus mencapai 8 ribu penonton di layar lebar bahkan Film pertama mendapatkan penghargaan Box Office katagori Film Lokal penonton terbanyak, tuturnya”.

Terkait, penggarapan film kedua ini dengan judul “Kemat Jaran Guyang”, kita produksi kembali berdasarkan masukan dan aspirasi dari masyarakat, seniman dan budayawan khusunya Cirebon agar mengangkat cerita legenda Cirebon yang pernah viral pada zamannya yakni pada tahun 1972. Itu, landasan kami dari Production House (PH) Prokompim kabupaten Cirebon tertantang untuk menggarap film tersebut, tuturnya.

Kalau Jawa Barat memiliki cerita legenda maling Kundang, di luar negeri Romeo end Juliet dan di Cirebon memiliki cerita yang melegenda yakni baridin dan suratminah.

“Untuk alur cerita difilm garapan kedua ini, kita ambil dari cerita legenda baridin dan suratminah. Nanti konsepsnya, kita tayangkan horor dan comedy. Karena ceritanya seorang pemuda dari keluarga tidak mampu dari segi ekonomi atau miskin mencintai seorang gadis kaya raya didesa, ditolak cintanya disertai dihina, artinya cinta ditolak ajian bertindak, bebernya”.

Banyak pesan terkandung dalam film ini, sesama manusia harus saling menghormati tidak memandang ras, suku, agama, kekududukan, status. Dan untuk generasi z dan x (generasi muda) agar selalu berkarya diera globalisasi saat ini, jangan sampai tergerus zaman, tuturnya.

Harapan kami, untuk film kedua ini targetkan 1 juta penonton. “Minta doanya, agar tidak berjalan sesuai dengan harapan dan sukses”. Dan rilis film ini, akan ditayangkan awal bulan mei 2024 di layar lebar atau bioskop.
Jangan lupa untuk masyarakat Cirebon khusunya generasi z, jangan lupa tonton dan saksikan film Di bioskop terdekat, jelasnya. *DM1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *