Banyumas Berseni: Pegiat Ungkap Dinamika dan Harapan Masa Depan Budaya
“Kita bisa lebih jujur menatap masa depan, memaknai hari ini, dan masa lalu. Jadi ini yang disebut culture engineering (rekayasa budaya, red.) dan seperti ini memang seharusnya dilakukan tidak saja oleh mas Era dan kawan-kawan di komunitasnya, juga teman-teman komunitas atau kelompok seni yang lain,” katanya.
Oleh karena Bupati Banyumas yang sekarang merupakan Ketua DKKB, dia mengharapkan keberpihakan Pemerintah Kabupaten Banyumas terhadap seni budaya menjadi lebih besar walaupun dalam prosesnya secara organisasional akan ditunjuk Ketua Harian DKKB karena Sadewo tidak bisa menjalankan tugasnya sebagai Ketua DKKB.
“Bagi kita sih ingin tetap Mas Dewo (Sadewo Tri Lastiono, red.) yang menjadi ketuanya, tapi nonaktif saja, enggak usah diganti. Kalau nanti diganti, wong seniman itu risikonya kalau gegoh (tidak tenang, red.) susah untuk didamaikan kembali dalam waktu yang cepat,” kata Jarot.
Pendiri Padepokan “Cowong Sewu” Ki Titut Edi Purwanto mengatakan sebelum Sadewo Tri Lastiono menjadi Bupati Banyumas (saat masih menjabat Wakil Bupati Banyumas periode 2018-2023, red.) sudah terhubung secara totalitas dengan masyarakat.
Oleh karena itu, dia mengharapkan di bawah kepemimpinan Sadewo, Kabupaten Banyumas bisa jauh lebih maju termasuk dalam seni budayanya, sehingga seni budaya Banyumas tetap mendapatkan tempat.
“Ya insyaallah semoga tetap mendapatkan tempat dan kita memang wajib bersama-sama membangun untuk kehidupan yang lebih indah, sejahtera, damai dalam konteks kebersamaan, indahnya berbagi rasa, dan indahnya nilai-nilai luhur leluhur yang kita nikmati bersama, kita tidak lupa dari asal-usulnya,” kata Ki Titut. (Sumarwoto/Antara) ***